Daftar Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah (TERBARU)



Daftar tumbuhan langka ini didasarkan kepada status konservasi yang diberikan olehIUCN Redlist. Dan dalam daftar tanaman langka kali ini saya sajikan daftar tumbuhan langka yang masuk dalam daftar Extinc in Wild (Punah in situ), Critically Endangered(Kritis) dan Endangered (Terancam Punah). Ketiga status tersebut merupakan status tertinggi berdasarkan tingkat keterancaman sebuah spesies.
Selain ketiga status tersebut, masih banyak tanaman Indonesia yang langka dan terancam kepunahan namun terdaftar dalam status konservasi yang lebih rendah. Karena panjangnya daftar, kali ini cukup dibatasi dalam tiga status yang paling terancam punah itu saja.
Buah mangga kasturi (gambar wikipedia)
Extinct in the Wild (Punah in Situ)
  • Mangga Kasturi (Mangifera casturi). Tumbuhan yang menjadi maskot (flora identitas) provinsi Kalimantan Selatan ini dinyatakan telah punah in situ (Extinct in the Wild) oleh IUCN Redlist.
Critically Endangered (Kritis)
Daftar tanaman langka Indonesia yang masuk dalam daftar status konservasi Critically Endangered (Kritis), yaitu:
  • Pelalar atau Meranti Jawa (Dipterocarpus littoralis); endemik Nusakambangan, Jawa Tengah.
  • Keruing (Dipterocarpus elongatus); Tumbuhan asli Indonesia (Kalimantan, Sumatera), Malaysia, dan Singapura.
  • Keruing Arong atau Kekalup (Dipterocarpus applanatus); Tanaman endemik Kalimantan.
  • Keruing Bulu atau Mara Keluang atau Lagan Sanduk (Dipterocarpus baudii); Tumbuh di Thailand, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Semenanjung Malaya, dan Sumatra.
  • Keruing Jantung (Dipterocarpus concavus); Tumbuhan asli Sumatera dan Semenanjung Malaysia.
  • Kadan (Dipterocarpus coriaceus); Tersebar di Semenanjung Malaya, Riau, Kalimantan Barat, dan Serawak.
  • Keruing Gajah atau Tampudau (Dipterocarpus cornutus); Semenanjung Malaysia, Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian tenggara.
  • Keruing Pekat atau Keruing Kipas (Dipterocarpus costulatus); Tanaman asli Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia.
  • Keruing Senium atau Keruing Padi (Dipterocarpus eurynchus); Tersebar di Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan, Sumatera), Malaysia, dan Filipina.
  • Keruing Pipit (Dipterocarpus fagineus). Tumbuh di Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti (Dipterocarpus fusiformis); Tanaman endemik Kalimantan.
  • Meranti (Dipterocarpus glabrigemmatus); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Serawak).
  • Meranti Kuning atau Damar Pakit (Shorea acuminatissima); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah).
  • Belangeran atau Balau Merah (Shorea balangeran); endemik Sumatera dan Kalimantan.
  • Meranti Merah (Shorea carapae); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Serawak).
  • Meranti (Shorea conica); Tumbuhan endemik Sumatera.
  • Meranti Putih (Shorea dealbata); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Selagan Batu (Shorea falciferoides); Meranti endemik Kalimantan.
  • Selagan Batu (Shorea foxworthyi); Indonesia (Kalimantan, Sumatera), Malaysia, dan Thailand.
  • Balau atau Beraja atau Red Balan (Shorea guiso); Meranti dari Indonesia (Sumatera), Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
  • Meranti Kuning (Shorea hopeifolia); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Filipina.
  • Selagan Batu Kelabu (Shorea hypoleuca); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Selagan (Shorea inappendiculata); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Meranti Kuning (Shorea induplicata); Tanaman endemik Kalimantan.
  • Meranti Merah (Shorea johorensis); Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia.
  • Balau Merah atau Dark Red Meranti (Shorea kunstleri); Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia.
  • Damar Tunam atau White Meranti (Shorea lamellata); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Light Red Meranti (Shorea lepidota); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti Kuning (Shorea longiflora); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sarawak).
  • Meranti Kuning (Shorea longisperma); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sarawak).
  • Meranti Merah (Shorea macrantha); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti (Shorea materialis); Brunei Darussalam, Indonesia (Sumatera), dan Malaysia
  • Meranti Maluku (Shorea montigena); Endemik Maluku
  • Meranti Merah atau Light Red Meranti (Shorea myrionerva); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Serawak).
  • Meranti (Shorea ochrophloia); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti Merah atau Red Balau (Shorea pallidifolia); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia
  • Meranti Kuning (Shorea peltata); Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia
  • Light Red Meranti (Shorea platycarpa); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Singapura.
  • Meranti Kuning (Shorea polyandra); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah, Serawak). 
    Meranti Putih atau Shorea resinosa
    Meranti Putih atau Shorea resinosa (gambar: www.arkive.org)
  • Meranti Putih (Shorea resinosa); Indonesia (Sumatera); Malaysia.
  • Engkabang Undapi (Shorea richetia); Indonesia (Kalimantan), Malaysia (Serawak).
  • Dark Red Meranti (Shorea rugosa); Tumbuhan endemik Kalimantan.
  • Meranti Maluku (Shorea selanica); Tanaman endemik Maluku.
  • Tengkawang atau Meranti Merah (Shorea singkawang); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Thailand.
  • Meranti (Shorea slootenii); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Light Red Meranti (Shorea smithiana); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Meranti Kuning (Shorea xanthophylla); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Sarawak). 
    Nepenthes_aristolochioides
    Kantong Semar (Nepenthes aristolochioides)
  • Kantong Semar (Nepenthes aristolochioides); endemik Sumatera.
  • Kantong Semar (Nepenthes clipeata); Endemik Kalimantan.
  • Kantong Semar (Nepenthes dubia); Endemik Sumatera.
  • Kantong Semar (Nepenthes lavicola); Endemik Sumatera. 
    Pohon Kapur (Dryobalanops aromatica)
    Pohon Kapur (Dryobalanops aromatica)
  • Kapur (Dryobalanops aromatica); Indonesia (Sumatera, Kalimantan) dan Malaysia.
Endangered (Terancam Punah)
Daftar tanaman langka Indonesia yang masuk dalam daftar status konservasi Endangered(Terancam Punah), yaitu:
  • Shorea Sp. Beberapa spesies Shorea berpredikat spesies berstatus konservasi Endangered (Terancam Punah) sehingga keberadaannya semakin langka, seperti;Shorea agami (Meranti Putih), Shorea albida (Meranti Merah Terang), Shorea argentifolia (Meranti Merah Gelap atau Dark Red Meranti), Shorea balanocarpoides(Meranti Putih), Shorea blumutensis (Meranti Kuning), Shorea bracteolata (Meranti Putih), Shorea dasyphylla (Meranti Putih), Shorea domatiosa, Shorea elliptica,Shorea faguetiana (Damar Siput), Shorea falcifera, Shorea glauca (Balau Bunga),Shorea gratissima, Shorea leprosula (Meranti Tembaga atau Tengkawang), Shorea maxwelliana, Shorea obscura, Shorea ovata, Shorea pauciflora (Tengkawang),Shorea platyclados, Shorea teysmanniana.
  • Nepenthes Sp (Kantong Semar). Terdapat 3 spesies kantong semar (Nepenthes) yang tergolong sebagai tanaman langka dengan status Endangered (Terancam), yaitu:Nepenthes boschiana, Nepenthes pilosa, dan Nepenthes talangensis. 
    Kawoli atau Alloxylon brachycarpum
    Kawoli atau Alloxylon brachycarpum (Gambat nsw.gov.au)
  • Kawoli (Alloxylon brachycarpum). Sejenis tanaman hias, tumbuh di Indonesia (Papua, Maluku) dan Papua New Guinea.
  • Bintangur (Calophyllum insularum). Sejenis Kosambi atau Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Endemik Papua.
  • Canarium kipella. Sejenis Kacang Kenari endemik Jawa Barat.
  • Maple Silkwood (Flindersia pimenteliana). Indonesia (Papua), Australia, dan Papua New Guinea
  • Kokoleceran atau Resak Banten (Vatica bantamensis). Endemik Ujung Kulon, Banten.
  • Nothofagus womersleyi; endemik Papua.
  • Nyatoh (Manilkara kanosiensi); Indonesia (Maluku) dan Papua New Guinea.
Selain yang terdaftar dalam status konservasi Extinct in the Wild, Critically Endangered,dan Endangered di atas, masih banyak tanaman Indonesia lainnya yang juga langka dan terancam punah meskipun dengan status konservasi yang lebih rendah.
Sebagai contoh tanaman langka yang berstatus vulnerable adalah Kalapia (Kalappia celebica), Kayu Susu (Alstonia beatricis), Tualang (Koompasia grandiflora) dan Kayu hitam, eboni (Diospyros celebica). Tumbuhan berstatus Least Concern seperti Palem Raja(Caryota no) dan Palem Nipa (Nypa fruticans). Dan Tumbuhan yang berstatus Near Threatened seperti Korma Rawa (Phoenix paludosa).
Semoga daftar tumbuhan langka dan terancam punah di Indonesia ini tidak akan semakin panjang.
Referensi dan gambar:
  • www.iucnredlist.org
  • www.plantnames.unimelb.edu.au/Sorting/Shorea.html
Read More

Daftar Nama Tumbuhan (Tanaman) dan Nama Latin



Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin
  • Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
  • Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
  • Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
  • Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
  • Cempaka Putih (Michelia alba)
  • Cempaka Kuning (Michelia champaka)
  • Cempaka Telor (Magnolia coco)
  • Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
  • Kenanga (Cananga odorata)
  • Melati Gambir (Jasminum pubescens)
  • Melati Putih (Jasminus sambac)
  • Nibung (Oncosperma tigillarium)
Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin
  • Ciplukan (Physalis angulata)
  • Gambir (Uncaria gambir)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Sirih (Piper betle)
  • Zodia (Evodia suaveolens)
Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin
  • Alpukat (Persea americana)
  • Apel (Pyrus malus)
  • Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
  • Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
  • Ceremai (Phyllanthus acidus)
  • Delima (Punica granatum)
  • Durian (Durio zibethinus)
  • Duwet (Syzygium cumini)
  • Gayam (Inocarpus fagiferus)
  • Jambu Air (Eugenia aquea)
  • Jeruk Manis (Citrus sinensis)
  • Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
  • Kasturi (Mangifera casturi)
  • Kawista (Limonia acidissima)
  • Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
  • Kemang (Mangifera kemanga)
  • Kelapa (Cocos nucifera)
  • Kepa (Syzygium polycephalum)
  • Kepel (Stelechocarpus burahol)
  • Kersen (Muntingia calabura)
  • Korma rawa (Phoenix paludosa)
  • Lontar (Borassus flabellifer)
  • Mangga (Mangifera indica)
  • Manggis (Garcinia mangostana)
  • Matoa (Pometia pinnata)
  • Menteng (Baccaurea racemosa)
  • Mundu (Garcinia dulcis)
  • Nam Nam (Cynometra cauliflora)
  • Nangka (Artocarpus heterophyllus)
  • Pisang (Musa paradisiaca)
  • Pepaya (Carica papaya)
  • Rambutan (Nephelium lappaceum)
  • Salak (Salacca zalacca)
  • Sawo Kecik (Manilkara kauki)
  • Sawo Manila (Manilkara zapota)
    Durian atau Duren (Durio zibethinus)
    Durian atau Duren (Durio zibethinus
Nama Tanaman Keras dan Nama Latin
  • Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)
  • Andalas (Morus macroura)
  • Baobab (Adansonia Digitata)
  • Bintaro (Cerbera manghas)
  • Eboni (Diospyros celebica)
  • Gaharu (Aquilaria moluccensis)
  • Gandaria (Bouea macrophylla)
  • Jati (Tectona grandis)
  • Karet (Hevea braziliensis)
  • Kapuk Randu (Ceiba pentandra)
  • Kenari (Canarium ovatum)
  • Kendal (Cordia bantamensis)
  • Kepuh (Sterculia foetida)
  • Kokoleceran (Vatica bantamensis)
  • Limpasu (Baccaurea lanceolata)
  • Maja (Aegle marmelos)
  • Majegau (Dysoxylum densiflorum)
  • Nagasari (Palaquium rostratum)
  • Trembesi (Albizia saman Sin. Samanea saman)
Nama Tanaman Umbi dan Rimpang dan Nama Latin
  • Jahe (Zingiber officinale)
  • Bengkuang (Pachyrhizus erosus)
  • Garut (Maranta arundinacea)
  • Ganyong (Canna edulis)
  • Kedawung (Parkia roxburghii)
  • Lengkuas (Alpinia galanga)
  • Singkong (Manihot esculenta)
  • Ubi Jalar (Ipomoea batatas)
Tumbuhan Rempah dan Nama Latin
  1. Asam Jawa (Tamarindus indica)
  2. Bawang Merah (Allium cepa)
  3. Bawang Putih (Allium sativum)
  4. Cabai (Capsicum annum)
  5. Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
  6. Cengkeh (Syzygium aromaticum)
  7. Kencur (Kaempferia galanga)
  8. Lada (Piper nigrum)
  9. Pala (Myristica fragrans)
Tumbuhan Lainnya dan Nama Latin
  • Jagung (Zea mays)
  • Kacang Hijau (Vigna radiata)
  • Kacang Kapri (Pisum sativum)
  • Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)
  • Kacang Panjang (Phaseolus vulgaris)
  • Kacang Tanah (Arachis hypogaea)
  • Kentang (Solanum tuberosum)
  • Kesambi (Schleichera oleosa)
  • Padi (Oryza sativa)
  • Petai Cina (Leucaena leucocephala)
  • Terung (Solanum melongena)
  • Tuba (Derris elliptica)
Selain itu bisa dilihat juga daftar nama latin dari tumbuhan-tumbuhan:
Karena hanya daftar nama latin tanaman (tumbuhan), untuk melihat diskripsi lebih lengkap dari masing-masing jenis silakan meng-klik tautan yang tersedia.

Read More

Semoga Untung Dengan Usahatani Pisang Raja Nangka



7 januari 2012
Oleh : Guntoro Dwi Agus Nugroho, S.Pd

Pisang raja nangka adalah jenis pisang olahan yang sering diremehkan petani, sehingga jarang petani yang sengaja menanamnya. Namun saat ini pangsa pasar pisang tersebut di Propinsi jawa tengah cukup luas, baik untuk pasar lokal, maupun pasar domestik lainnya terutama kota Semarang, Propinsi Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pisang raja nangka terutama dijadikan bahan harga 1 tandan pisang ini bervariasi tergantung mutu. Harga tertinggi untuk 1 tandan di jawa tengah, sekitar Rp. 25.000,-.(januari 2012)

Di Propinsi jawa tengah budidaya pisang lokal seperti raja nangka, hanya berupa usahatani sampingan. Biasanya ditanam di pekarangan, batas-batas kepemilikan lahan, lahan yang tidak diusahakan dan kadang-kadang sebagai tanaman pagar. Jenis pisang yang ditanam biasanya beragam. Rerata areal lahan yang dikelola untuk usahatani pisang umumnya sempit, bahkan jarang yang mencapai 0,5 hektar. Petani biasanya tidak punya target produksi dan tidak ada usaha perbaikan produksi. Walaupun Propinsi jawa tengah merupakan daerah yang terserangan penyakit pisang yang mematikan, yaitu layu fusarium yang dalam tahun sembilan puluhan mematikan hampir 70 ribu rumpun pisang. Namun dari pengamatan lapang dan dari hasil uji ketahanan, pisang raja nangka adalah salah satu jenis pisang yang tergolong tahan terhadap serangan penyakit tersebut.

Perbaikan Budidaya Pisang Raja Nangka

Bertani lahan kering usahatani pisang melalui perbaikan pengelolaannya. Berdasarkan , ketahanan penyakit layu dan juga pertimbangan pasar, kami menanam pisang raja nangka, dan disisipkan pisang olahan lainnya (ambon, kapok kuning, susu, raja bulu). Ditanam di 3 ha dengan jumlah populasi 3000 pohon dibawah tanaman sengon .
Berbagai teknologi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) dilakukan seperti bibit sehat dari bonggol/anakan, jarak tanam 3x3 meter, pemupukan kimia (urea, SP-36 dan KCI masing-masing 450, 250 dan 250 kg/hektar), pupuk organik (7-10 kg/rumpun), pengendalian penyakit layu dengan trichoderma, jumlah tanaman per rumpun (4 pohon/rumpun) yang dibiarkan berproduksi, pembersihan limbah tanaman baku.
 Pisang ini termasuk jenis pisang besar dengan tinggi tanaman mencapai 3,5 meter. Kalau pertumbuhan baik, di dalam 1 tandan, sisirnya bisa mencapai 7-8  sisir, dengan berat sekitar 17-18 kg/tandan. Di tingkat petani dan penggunaan kerodong untuk mengatasi serangan hama burik sekaligus perbaikan mutu buah. berbagai macam bentuk produk olahan seperti keripik pisang, gorengan dan sebagainya. Ciri khasnya terutama adalah setelah digoreng rasanya agak sedikit asam.


Setelah 1 tahun pelaksanaan penanaman. Kalau sebelumnya kami anggap sebagai usahatani sampingan, maka setelah 1 tahun penanaman, usahatani pisang kami anggap sebagai salah satu usahatani lahan kering utama. Hal itu terutama dipicu oleh adanya jaminan pendapatan setiap bulannya dengan jumlah yang lebih dan cukup bagi petani dari usahatani pisang olahan tersebut.
Pada tahun pertama petani memang belum mendapat keuntungan banyak dari pisang. Pada tahun ke-2 kami berharap sudah mendapat keuntungan bersih 30 jutaan/hektar/ tahun dan pada tahun ke-3 limapuluh jutaan/hektar/tahun dari pisang . Pada tahun ke-3 produksi pisang nangka sekitar 200 tandan/hektar/bulan, yang setara dengan Rp. 5 juta/bulan. Pengelolaan yang baik membuat mutu pisang lebih baik dan produksi yang kontinu (2 kali sebulan) juga berpengaruh pada kontinuitas kedatangan agen pengumpul sehingga pemasaran berjalan lancar.
Jika tanam bibit pisang 1100 pohon per ha dengan jarak tanam 3 x 3 m dengan angka kegagalan panen 10 % maka jumlah tandan pisang yang di panen di tahun pertama (pisang  panen  +  1 tahun)adalah 990 tandan harga pisang  raja nangka (th2012) di tingkat petani Rp 25.000,- dan perhitungannya sebagai berikut;
990 tandan  x   Rp 25.000,- =  Rp 24.750.000,-  /hektar/ tahun  di  tahun pertama
Tahun kedua produksi pisang akan meningkat dua kali lipat karena anakan yang ada sudah berumur 6 bulan atau lebih jika induk pertama kita panen  sehingga  
990 tandan x 2 = 1980 tandan  x  Rp 25.000,- = Rp 49.500.000,- /hektar/ tahun di tahun kedua
1980 tandan  : 12 bulan = 165 tandan per bulan
165 tandan per bulan x Rp 25.000,- =  Rp 4.125.000,-per bulan
165 tandan : 4 minggu = 41,25 tandan  per minggu
41,25 tandan x Rp 25.000,- =  Rp 1.031.250,- per minggu
Modal 11jutaan dapat kembalian 20 jutaan ditahun pertama, …mau ???????
Tahun kedua modal turun 6 jutaan dapat kembalian  40 jutaan
Tahun ke tiga modal 5 jutaan dapat kembalian 50 jutaan
Tahun ke empat, …………………….Wani piro ???? 
Buruan tanam pisang intensif
Salam sukses
Guntoro petani pisang
Read More

CONTOH GAMBAR TAMAN SINOX NURSERY






























TAMAN BELAKANG RUMAH 





taman dinding






GAZEBO






taman teras







belakang rumah











   



Dominasi Hijau Sebuah Hunian


Area transisi antara gazebo dan kolam renang dimanfaatkan sebagai area terbuka berupa plaza. Tutup lantai plaza menggunakan dek kayu sampai batas tepian kolam yang dibuat dengan sistem overflow. Gazebo, decking dan kolam renang menjadi bagian dari konsep hard material yang menjadi pusat perhatian dan "jiwa" dari taman belakang ini.

Dinding tembok tinggi yang memisahkan taman belakang dengan bangunan servis disempurnakan dengan menggunakan relief. Batu relief dari batu paras Yogya putih digrafir dengan pola flora yang simpel.


Taman belakang inilah yang menjadi "oasis" pada rumah tinggal ini. Di sini terdapat unsur hijau yang menyejukkan mata, ada pula unsur air yang memberi keteduhan dan meningkatkan kelembapan udara di seputarnya.







Keinginan keluarga untuk memiliki rumah dengan halaman yang besar biasanya adalah untuk memperoleh ruang gerak yang memadai, dan halaman tersebut diisi dengan taman dan kolam renang sehingga diperoleh hunian yang sehat dan nyaman.

Demikian pula keinginan keluarga Tahyono Imawanyang mengungkapkannya kepada Griya Asri di rumahnya yang nyaman di kawasan Jakarta Selatan. Dari depan tidak terlihat suatu penekanan yang khusus pada penataan taman rumahnya yang terletak di dalam kawasan cluster ini.

Sesuai dengan gaya hidup tuan rumah yang sederhana, taman depan hanya difokuskan untuk menyempurnakan rumahnya yang bergaya modern tropis. Aura teduh sudah dapat dirasakan begitu kita melangkah ke dalam teras rumah.

Gambaran yang sangat berbeda dijumpai pada taman belakang yang sangat luas karena sudah ditambah kaveling yang sengaja diperuntukkan untuk taman. Demikianlah dari luas total kaveling 890 m2 yang ada, sekitar 600 m2 dimanfaatkan untuk taman.


Hampir semua ruangan dalam berorientasi ke arah taman belakang. Ruang-ruang komunal yang mengisi lantai bawah dimaksimalkan fungsinya dengan bukaan pintu yang dapat dibuka lebar dan transparan, sehingga keberadaan taman dapat mengurangi pemakaian energi listrik. Mata pun dimanjakan dengan view yang hijau menawan sehingga secara psikologis terasa menentramkan.

Titik fokus dari taman belakang terpusat pada sebuah gazebo yang letaknya berdampingan dengan kolam renang. Bangunan gazebo berkesan modern tropis dengan garis-garis simpel dan minimalis. Gazebo ini hanya menggunakan atap dari sirap yang diserasikan dengan bentuk atap bangunan utama. Gazebo berada pada posisi yang tepat sehingga dari beberapa sudut di ruang dalam, tetap terlihat utuh dan elegan.


Adapun softscape-nya mengikuti bentuk dasar dari hard material. Pohon kamboja yang menempati beberapa sudut taman dipilih yang bentuk dan proporsinya seimbang. Kamboja yang terletak di samping gazebo dipilih yang bonggolnya meliuk eksotik sebagai keseimbangan terhadap bangunan sehingga tidak terasa "lepas" tetapi tetap menyatu dengan kanopi.

Pohon kamboja yang berada di seputar pancuran kolam renang melengkapi pancuran sebagai eye catcher dari area ini. Jenis pohonnya yang dipilih melengkung dan meliuk ke arah permukaan air. Adapun, komposisi semak yang mengelilingi dinding pagar berfungsi mengurangi kesan masif dan memberi ruang gerak yang lebih maksimal pada area rumput.


Pola motif simpel dari batu relief ini dibingkai dengan batu andesit hitam sehingga menyerupai lukisan seni pada dinding. Pengolahan bidang dinding ini selain untuk mengurangi kesan masif dinding juga untuk memberi view yang lebih baik dari arah ruang gym yang tidak semuanya menghadap ke kolam renang. Keberadaan dinding ber'relief' ini menjadi semakin sempurna dengan penempatan sepasang kamboja yang indah bentuk percabangan batangnya.

Keterangan Gambar:

Gb. 1 Lantai plaza dari kayu bangkirai yang disusun paralel terhadap kolam agar polanya lebih beraturan. Gazebo terasa lebih simpel karena atapnya memakai bahan sirap dari kayu ulin.

Gb. 2 Gazebo, plaza dan kolam renang menjadi pusat perhatian dan "jiwa" dan taman belakang ini. Unsur softscape menjadi penyatu dan materi keras yang ada.

Gb. 3 Semua ruang-ruang dalam rumah berorientasi ke arah taman. Di sini dibuat bukaan pintu yang dapat dibuka lebar dengan kaca transparan. Dari ruang gym yang berada di sisi bangunan sebelah kiri dapat dilihat sebagian view yang mengarah ke arah kolam.

Gb. 4 Konsep 3D taman belakang.

Gb. 5 Pola jalan setapak dari batu andesit dalam susunan yang tidak teratur untuk memberi dinamika.

Gb. 6 Duduk lesehan di dalam gazebo yang merupakan tempat bersantai favorit sambil menikmati hijauan tanaman di sekelilingnya.

Gb. 7 Kreativitas mengolah dinding yang membatasi dengan area servis menggunakan relief, yang ditujukan juga untuk memberi view yang maksimal dari ruang gym yang menghadap ke arah dinding.

Gb. 8 Tanaman beragam jenis yang bergradasi mengurangi kesan masif dinding pembatas kaveling.

Gb. 9 Taman depan lebih menekankan untuk penyempurna tampak bangunan. Komposisi tanaman ditarik ke arah tepi dengan tanaman-tanaman tropis yang tahan terhadap lingkungan teduh. Sepasang palem ditanam di sini untuk menyamarkan kolom teras.

Gb. 10 Teras yang teduh dan nyaman, ditata simpel dengan sepasang kursi bernuansa tropis dan koleksi eksklusif Anturium kesayangan pemilik rumah.

Gb. 11 Konsep 3D dinding relief.

Lokasi: Rumah Kel. Tjahyono Imawan, Bintaro - Jakarta Selatan
Design and Build Bangunan: PT. Elenbee Dwi Panata
Konsep Hardscape dan Tanaman: Stanny Hardjopranoto dari Bilik Kayu
Sumber: Majalah ASRI





Read More

whatshap

Diberdayakan oleh Blogger.

Categories

Kenapa Harus Beli Tanaman di Sinox Nursery? Ini 5 Alasan Utamanya!

 Membeli tanaman hias tidak hanya sekadar memilih yang tampilannya cantik, tetapi juga memastikan tanaman tersebut tumbuh sehat dan tahan la...

Cari Blog Ini

Chat WA Sinox Nursery

CHANEL YOUTUBE SINOX NURSERY

GOOLE MAP ALAMAT KAMI

Alamat:
Jl. Villa Siberi KM.1 Gunungpati, Semarang.
WA Admin1: 085292377579 atau Admin2: 0858 4897 6777
Konsultasi Taman: 0838 6006 122 atau 089 654 271 270
Email: sinoxnursery2@gmail.com

SINOX NURSERY

“Bersama tanaman, kami bantu ciptakan hunian yang indah, segar, dan nyaman.”

Rental tanaman, toko tanaman hias , toko tanaman terdekat, tukang taman, jasa taman, sewa tanaman, rumput gajah mini, tanaman pucuk merah, tanaman kacangan, toko tanaman buah, taman pabrik, taman pom bensin

Kode Iklan Atas



© Copyright SINOX NURSERY