ZMedia Purwodadi

Mengenal Pohon Sala yang Jadi Cikal Bakal Nama Kota Solo

Table of Contents

 Sala (Shorea robusta), adalah pohon sejenis meranti (Shorea spp.), anggota suku keruing-keruingan (Diterocarpaceae). Tumbuhan yang berasal dari anakbenua India ini sering kali disamakan dengan pohon kanon (Couroupita guianensi) yang juga disebut "sala". Dikenal sebagai sāla, shala, sakhua, atau sarai dalam bahasa-bahasa di India, pohon ini disebut sebagai Sal Tree dalam bahasa Inggris





Ket: Pohon Ini Sudah Pernah Di Tanam Di Masjid Sheikh Zayed Solo, Dan Pernah Di Tanam Oleh Mantan Presiden Joko Widodo Presiden RI Ke 7.

Asal-Usul Nama Kota Solo / Surakarta

Dalam sejarah lokal Kerajaan Mataram Islam, pohon sala merupakan identitas awal dari wilayah yang kini dikenal sebagai Kota Solo:

  • Cikal Bakal Desa Sala: Sebelum menjadi pusat pemerintahan, wilayah tepi Sungai Bengawan Solo merupakan desa kecil/pemukiman yang dikelilingi dan ditumbuhi oleh banyak pohon sala, sehingga dinamakan Desa Sala. Pemimpin rawa/desa tersebut dikenal dengan nama Kyai Gedhe Sala.

  • Perpindahan Keraton Kartasura (1745): Setelah Keraton Kartasura hancur akibat peristiwa Geger Pecinan (1742), Raja Mataram Islam Sunan Pakubuwana II mengutus tim untuk mencari lokasi istana baru. Desa Sala dipilih dan tanahnya dibeli dari Kyai Gedhe Sala. Istana baru tersebut kemudian dinamakan Karaton Surakarta Hadiningrat.

Transformasi Bahasa (Sala ke Solo): Secara akademis, penulisan awal menggunakan huruf Jawa nglegena (Sala). Lidah masyarakat serta kesulitan dialek penguasa/kolonial Belanda dalam melafalkan "Sala" kemudian mengubah pengucapannya menjadi "Solo".


Seperti Apa Pohon Sala?

Batang & Postur: Tumbuh sebagai pohon peneduh berkayu keras yang kokoh dengan tinggi mencapai 10 hingga 40 meter. Batangnya tegak lurus dan berdiameter tebal.

Daun: Memiliki daun tunggal berbentuk bulat telur memanjang (oblong-ovate) berwarna hijau tua mengkilap, atau daun majemuk yang berwarna kemerahan saat masih muda sebelum bertransisi menjadi hijau gelap.

Bunga & Buah: Menghasilkan bunga kecil yang harum dan tumbuh dalam tandan. Buahnya berstruktur keras atau berdaging yang sering dimanfaatkan sebagai jamu tradisional.

Tajuk: Memiliki tajuk yang lebat dan rindang, menjadikannya pohon peneduh ikonik yang sering ditemui di area bersejarah seperti Keraton Surakarta dan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.


Bentuk Daun & Bunga

 



Bentuk & Ukuran: Memiliki daun majemuk berpasangan (pinnate) yang biasanya terdiri dari 1-2 pasang anak daun. Anak daunnya berbentuk jorong hingga lanset memanjang.

Tekstur & Warna: Daun muda sering berwarna kemerahan atau merah muda kekuningan sebelum bertransisi menjadi hijau gelap dan kaku saat tua.

Manfaat Daun Sala

Menurunkan Kadar Glukosa Darah: Riset yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi UMS menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sala bermanfaat membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah (anti-diabetes).

Kaya Antioksidan & Antibakteri: Daun sala mengandung senyawa aktif yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas serta memiliki aktivitas antibakteri.

Cara Pengolahan:

1. Dibuat Rebusan Herbal (Teh Daun Sala)

Cara paling umum dan praktis untuk mengambil manfaat nutrisi serta senyawa aktifnya:

  • Persiapan: Ambil 5–7 lembar daun sala yang tua namun masih segar.

  • Pembersihan: Cuci bersih daun di bawah air mengalir untuk menghilangkan debu atau kotoran.

  • Perebusan: Rebus daun dengan 3 gelas air (sekitar 600 ml) hingga mendidih dan menyusut menjadi 1–1,5 gelas.

  • Penyajian: Saring air rebusan ke dalam gelas dan biarkan hangat. Minim diminum 1 kali sehari atau sesuai kebutuhan.

2. Pengolahan Menjadi Serbuk/Teh Kering

Jika ingin disimpan lebih lama:

  • Pengeringan: Cuci daun hingga bersih, lalu angin-anginkan di tempat yang teduh (hindari paparan sinar matahari langsung agar kandungan aktifnya tidak rusak).

  • Penghancuran: Setelah benar-benar kering, tumbuk atau blender hingga menjadi bubuk.

  • Penyeduhan: Seduh 1 sendok teh serbuk daun sala dengan air panas, lalu saring sebelum diminum.


3. Penggunaan Luar (Obat Luar / Tumbukan)

Untuk memanfaatkan sifat antibakterinya pada kulit:

  • Cuci bersih beberapa lembar daun segar.

  • Tumbuk halus hingga menjadi pasta/tapal.

  • Balurkan secara tipis pada area kulit yang membutuhkan, lalu bilas setelah kering.

⚠️ Catatan Penting:

  • Jika Anda bermaksud menggunakan daun sala untuk pengobatan rutin (misalnya pendamping terapi diabetes), sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga medis, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan kimia secara rutin.

Cara Perawatan

Perawatan Utama Pohon Sala (Shorea robusta / Cynometra ramiflora)
Secara umum, pohon sala tergolong tanaman berbatu/kayu keras yang cukup tangguh, tetapi memerlukan perawatan dasar yang tepat pada masa awal pertumbuhannya:

Penyiraman:

Bibit/Pohon Muda: Siram secara teratur 1–2 kali sehari (pagi/sore) hingga perakaran kuat dan stabil.

Pohon Dewasa: Cukup disiram saat musim kemarau panjang, karena akar pohon sala dewasa sudah mampu menyerap air dari dalam tanah.

Pencahayaan & Lokasi:

Tempatkan di area terbuka yang mendapat sinar matahari langsung sepanjang hari (full sun). Pohon ini membutuhkan pencahayaan penuh untuk proses fotosintesis yang optimal.

Media Tanam & Pemupukan:

Gunakan tanah gembur yang kaya unsur hara dengan drainase yang baik agar air tidak menggenang.
Berikan pupuk organik (kompos/pupuk kandang) setiap 3–6 bulan sekali untuk menutrisi tanah. Tambahkan pupuk NPK secara berkala untuk merangsang pertumbuhan tunas dan daun.

Pemangkasan (Pruning):

Pangkas ranting yang kering, mati, atau terserang hama secara berkala untuk merangsang pertumbuhan tunas baru dan menjaga kebersihan tajuk pohon.

Pengendalian Hama:


Pantau potensi serangan ulat daun atau kutu putih. Semprotkan pestisida organik (seperti minyak mimba/neem oil) atau insektisida ringan jika ditemukan tanda-tanda hama.

Pohon Sala (Shorea robusta / Cynometra ramiflora) merupakan tanaman ikonik yang kaya akan nilai sejarah dan manfaat:


Asal Usul & Sejarah: Menjadi cikal bakal penamaan Desa Sala yang kini berkembang menjadi Kota Solo (Surakarta). Pohon ini dapat ditemukan di titik-titik bersejarah seperti Keraton Surakarta dan Masjid Raya Sheikh Zayed.

Ciri & Manfaat: 

Memiliki daun yang khas (berwarna kemerahan saat muda pada jenis C. ramiflora) dengan kandungan aktif yang berkhasiat sebagai antioksidan, antibakteri, serta membantu menurunkan kadar gula darah (anti-diabetes).

Perawatan Mudah: Tergolong pohon kayu keras yang tangguh; membutuhkan pencahayaan matahari penuh (full sun), media tanam gembur kaya nutrisi, serta penyiraman dan pemupukan rutin pada masa pertumbuhan awal.

Butuh Persediaan Pohon Sala Siap Pakai Tanpa Ribet?

Kami siap antar dalam bentuk menggunakan mobil Pick up,truck, dan bisa langsung ditanam

Ingin Membuat atau Memperindah Taman Dihalaman Rumah,Kantor,dan Pabrik Anda?

Kami siap membantu mulai dari desain, pengadaan tanaman, sampai perawatan.

Hubungi kami untuk konsultasi.Atau Kunjungi akun Medsos kami dan Jangan lupa Follow Yaa!!


📍 Alamat: Jl. Villa Siberia KM.1, Gunungpati – Semarang

📞 WA / Telepon: 0852-9237-7579

📸 Instagram: @sinoxnurery.offcial.


      Facebook : @sinoxnurery.offcial.


     TikTok      : @sinoxnurery.offcial.


Sinox Nursery – Spesialis Desain & Pembuatan Taman Rumah, Mall, Hotel, dan Pabrik Semarang.


Posting Komentar