BELAJAR DARI PERKEBUNAN PISANG LUAR NEGERI

Menggiurkannya Usaha Perkebunan Pisang di Ecuador; Indonesia juga bisa!


Setiap negara punya daya magnet sendiri, besar kecilnya magnet itu sangat tergantung pada keunikan dan kelebihan sebuah negara ditambah dengan pengelolaan yang baik dan promosi yang efektif. Indonesia adalah negara dengan kumpulan keunikan dan keindahan yang tiada duanya di dunia, namun masih sangat lemah dalam sisi pengelolaan dan promosinya, maka jangan heran jika jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Malaysia jauh lebih besar dan berkali lipat dari Indonesia, dan Malaysia dengan ‘Truly Asia’nya adalah destinasi dunia yang patut diacungi jempol dari sisi promosinya sekaligus layak ditiru oleh Indonesia, karena untuk soal keunikan dan keindahan alam, saya rasa Indonesia tentu sangat berani bersaing dengan Malaysia, itu yang saya baca dari banyak sumber berita di Internet.
1336615279586180609
hijaunya perkebunan pisang (http://www.mundoanuncio.ec )

13366154682114549230
tanaman pisang tumbuh dengan teratur (http://www.elmercurio.com.ec)

Jika sebelumnya saya pernah memposting tentang 5 Hal unik seputar Ecuador dan juga secret story yang pernah saya alami di Ecuador. Kali ini saya ingin mempertajamnya pada daya tarik lain dari Ecuador dari potensi usaha yang juga bisa dikembangkan di Indonesia. Karena saya yakin banyak dari pembaca kompasiana haus akan inspirasi usaha untuk bisa dilakoninya. Dan kebetulan baru saja saya sedikit ‘mengubek-ubek’ tulisan di kompasiana yang berkaitan dengan peluang usaha yang menggiurkan sekaligus prospektif untuk saya jalani nanti. Saya memasukkan kata ‘sukses beternak’ di menu pencarian artikel kompasiana. Dan beberapa tulisan dengan judul yang menarik pun tersaji berkaitan dengan usaha beternak, diantaranya yaitu beternak kelinci, bebek peking, ikan lele, ikan nila dan sapi. Dan sayapun menyempatkan untuk membacanya karena saya juga haus akan inspirasi usaha yang nanti bisa saya tekuni. Saya ingin menghabiskan usia saya di desa dengan menjalankan usaha yang berbasis pada potensi desa. Karena panggilan jiwa saya lebih cendrung kesana. Apalah enaknya hidup di kota yang sumpek, padat, dan macet? Ditambah lagi dengan status sebagai karyawan yang harus pergi pagi pulang malam, dan begitu setiap harinya. Saya rasa hidup seperti itu seperti tawanan, dan ogaaaahhhh banget jika harus memilihnya.
Dari sedikit penyelidikan itu ternyata saya dapati tulisan yang memuat inspirasi usaha tingkat keterbacaannya lumayan tinggi, rata-rata diatas 500 pembaca, lumayan banget kan? Namun anehnya, jarang sekali ada yang meninggalkan komentar di artikel tersebut apalagi terjadi dialog antar sesama kompasianer agar materi tulisan bisa semakin berkembang. Mengapa bisa demikian? Pastinya saya tidak tahu, namun memang sudah umum terjadi di Kompasiana tulisan bagus dan bermanfaat terkadang lewat begitu saja tanpa terkomentari. Karena komentar sendiri seringkali hanya berupa ajang ‘balas-balasan’. Sehingga tulisan bagus dan menginspirasi seringkali tidak terkomentari karena ditulis oleh orang yang ‘tidak dikenal’ atau ditulis oleh kompasianer yang tidak pernah atau jarang berkomentar di tulisan orang lain. Yang justru lebih mengherankan adalah kompasianer seringkali bolak balik berkomentar di tulisan yang sama bahkan bisa lebih dari sepuluh kali karena terlibat percekcokan dengan kompasianer lainnya. Padahal salah satu fungsi blog yang saya ketahui adalah untuk menambah relasi, dan blog juga memungkinkan untuk terjadinya diskusi dan tanya jawab yang akan memberi manfaat berlipat. Waahhh, pengantarnya jadi berkepanjangan … Well, kita mulai sekarang!
Pisang, buah yang satu ini memang menjadi tak biasa di Ecuador, selain karena menjadi salah satu sumber devisa utama bagi negara ini, pisang juga menjadi asupan vitamin yang sangat bernilai bagi masyarakat Ecuador karena masyarakat sangat gemar mengkonsumsinya. Di pasaran dalam negeri selain karena harganya terjangkau, rasa buah pisang di Ecuador juga luar biasa; legit, lembut dan segar. Maka tak heran bila negara yang tengah di pimpin presiden berideologi sosialis dan didukung oleh banyak rakyat di daerah pedesaan namun di tentang banyak penduduk kota yang cendrung liberal ini kemudian tampil sebagai top eksportir pisang di dunia. Ditambah lagi penampilan pisang disini menawan sekali, sangat menggiurkan, tidak kalah berkelas dengan buah impor yang membanjiri Indonesia.
Pisang tidak hanya di jadikan buah konsumsi atau kripik pisang seperti yang biasa kita temui di Indonesia. Pisang di negeri yang menginspirasi Darwin menelurkan teori evolusinya ini, juga telah menjelma menjadi bahan baku sup (orang sini menyebutnya sopa), ditumbuk kemudian dibentuk seperti perkedel lalu digoreng (dikenal dengan nama Patacon). Atau digoreng biasa tanpa tepung dan dijadikan teman nasi saat makan disamping lauk pauk lainnya, bahkan nasi gorengpun dibeberapa restoran dilengkapi dengan pisang goreng di sisi-sisinya. Unik bukan?
1336616751582488396
patacon; dibebek sebelum digoreng (http://bonitisimas.blogspot.com )


Masyarakat Ecuador mempunyai beberapa sebutan untuk pisang. Pisang buah yang nikmat dikonsumsi secara langsung disebut banano atau guineo. Sedangkan pisang yang biasa diolah untuk kripik, digoreng atau diolah dalam bentuk lain disebut platano, pisang ini kurang enak untuk dikonsumsi secara langsung karena umumnya berasa sepat atau getir. Platano sendiri terbagi menjadi dua, yaitu platano verde untuk sebutan platano yang masih hijau dan belum masak dan platano maduro untuk yang sudah masak dan berwarna kuning. Platano verde umumnya dijadikan bahan baku kripik pisang yang terasa renyah saat dikunyah, sedangkan platano maduro biasa dijadikan pisang bakar yang dapat ditambahkan keju ditengahnya setelah dibakar atau langsung dimakan juga tiada yang melarang. Maduro ini banyak di jual di kafe dan kantin makan di pinggir jalan. Jika sore menjelang banyak kendaraan menepi dan pengendara menyempatkan diri untuk menikmatinya di sepanjang jalan yang menuju Naranjal dan Puerto inca.
13366170632054531608
platano verde; untuk diolah (http://lacocinadealejandro.blogspot.com)
1336617259358579240
maduro; seperti ayam bakar saja (www.soitgar.com )

Perkebunan pisang dikelola dengan sangat baik, bahkan di perkebunan pisang (bananera) yang luas, pemberian pupuk dan obat-obatan di lakukan oleh pesawat terbang kecil. Pohon pisang tumbuh subur dan sangat teratur, buahnya sangat ranum dan sedap dipandang. Hampir diseluruh tempat yang saya kunjungi di salah satu negeri latin ini, pisang melimpah ruah disana. Misalnya di pinggir jalan sepanjang Naranjal, Puerto inca, Duran sampai Guayaquil, termasuk juga di pasar tradisional dan swalayan yang terdapat di tempat tersebut. Saya juga banyak menemuinya di perjalanan menuju ke Santa elena, dan besar kemungkinan hampir tersebar merata di seluruh negeri ini.
Jika pisang bisa begitu berarti bagi negeri yang dipimpin oleh Rafael Vicente Correa Delgado (dikenal dengan Rafael Correa) ini, tentu saja Indonesia yang mempunyai kemiripan climate dengan negara ini bisa mendapatkan manfaat yang sama dari pisang. Yang saya ketahui justru di banyak daerah di Indonesia, banyak pengrajin kripik pisang kesulitan mendapatkan pasokan untuk bahan baku kripik. Tanaman pisang di Indonesia juga umumnya hanya dikelola secara tradisional oleh petani-petani kecil dan kualitas yang dihasilkannya masih sangat rendah.
Saya berharap tulisan ini terbaca oleh pengusaha Indonesia dan membuatnya tergerak untuk menginvestasikan dananya untuk membangun perkebunan pisang intensif dan modern, yang juga dapat menyerap lapangan kerja, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan domestik akan buah pisang yang berkualitas.
Pisang di Ecuador telah menyumbangkan 14 persen PDB dan menyerap 30 persen tenaga kerja yang ada atau sekitar 1,25 juta tenaga kerja. Luar biasa bukan? Bayangkan jika Indonesia dengan lahan terbengkalainya yang masih luas bisa mencoba untuk memajukan perkebunan pisang yang selama ini masih dipandang sebelah mata.
sumber ; http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2012/05/10/menggiurkannya-usaha-perkebunan-pisang-di-ecuador-indonesia-juga-bisa-456285.html
Read More

IJIN USAHA PERKEBUNAN PISANG


Syarat dan Tata Cara Permohonan Izin Usaha Perkebunan pisang

berani melangkah ke perkebunan pisang


Usaha budidaya tanaman perkebunan pisang merupakan kegiatan pengusahaan tanaman perkebunan yang meliputi kegiatan pra tanam, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan dan sortasi termasuk perubahan jenis tanaman, dan diversifikasi tanaman. Untuk melakukan usaha budidaya tanaman perkebunan diperlukan Izin Usaha Perkebunan untuk Budidaya (IUP-B), yaitu izin tertulis dari Pejabat yang berwenang yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan usaha budidaya tanaman perkebunan. Untuk memperoleh IUP-B, perusahaan perkebunan mengajukan permohonan secara tertulis kepada Bupati/Walikota atau Gubernur (sesuai dengan lokasi areal usaha sebagaimana dimaksud Peraturan menteri). Permohonan itu harus dilengkapi persyaratan berikut:
  1. Akte pendirian perusahaan dan perubahannya yang terakhir.
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak
  3. Surat keterangan domisili.
  4. Rekomendasi kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah Kabupaten/Kota dari Bupati/Walikota (untuk IUP-B yang diterbitkan oleh Gubernur).
  5. Rekomendasi kesesuaian dengan rencana makro pembangunan perkebunan Provinsi dari Gubernur (untuk IUP-B yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota).
  6. Izin lokasi dari Bupati/Walikota yang dilengkapi dengan peta calon lokasi dengan skala 1:100.000 atau 1:50.000.
  7. Pertimbangan teknis ketersediaan lahan dari instansi Kehutanan (apabila areal berasal dari kawasan hutan).
  8. Rencana kerja pembangunan perkebunan pisang
  9. Hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), atau Upaya PengelolaanLingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) sesuaiperaturan perundang-undangan yang berlaku.
  10. Pernyataan kesanggupan memiliki sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
  11. Pernyataan kesanggupan memiliki sarana, prasarana dan sistem untuk melakukanpembukaan lahan tanpa pembakaran serta pengendalian kebakaran.
  12. Pernyataan kesediaan membangun kebun untuk masyarakat yang dilengkapi dengan rencana kerjanya.
  13. Pernyataan kesediaan untuk melakukan kemitraan.
Sedangkan untuk melakukan usaha industri pengolahan hasil perkebunan pisang
, yaitu kegiatan penanganan dan pemrosesan yang dilakukan terhadap hasil tanaman perkebunan, harus memperoleh Izin Usaha Perkebunan untuk Pengolahan (IUP-P)dari instansi berwenang. Untuk memperoleh IUP-P perusahaan perkebunan mengajukan permohonan secara tertulis kepada Bupati/Walikota atau Gubernur sesuai dengan lokasi areal usaha. Permohonan itu harus dilengkapi dengan persyaratan berikut:
  1. Akte pendirian perusahaan dan perubahannya yang terakhir.
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak.
  3. Surat keterangan domisili.
  4. Rekomendasi kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah Kabupaten/Kota dari Bupati/Walikota untuk IUP-P yang diterbitkan oleh Gubernur.
  5. Rekomendasi kesesuaian dengan rencana makro pembangunan perkebunan provinsi dari Gubernur untuk IUP-P yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota;
  6. Izin lokasi dari Bupati/Walikota yang dilengkapi dengan peta calon lokasi dengan skala 1 : 100.000 atau 1 : 50.000.
  7. Rekomendasi lokasi dari pemerintah daerah lokasi unit pengolahan.
  8. Jaminan pasokan bahan baku yang diketahui oleh Bupati/Walikota/
  9. Rencana kerja pembangunan unit pengolahan hasil perkebunan.
  10. Hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), atau UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup(UPL) sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  11. Pernyataan kesediaan untuk melakukan kemitraan.
Seperti halnya IUP-B dan IUP-P, untuk memperoleh IUP perusahaan perkebunan harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Bupati/Walikota atau Gubernur sesuai dengan lokasi areal usaha dengan dilengkapi persyaratan berikut:
  1. Akte pendirian perusahaan dan perubahannya yang terakhir.
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak.
  3. Surat keterangan domisili.
  4. Rekomendasi kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah Kabupaten/Kota dari Bupati/Walikota untuk IUP yang diterbitkan oleh Gubernur.
  5. Rekomendasi kesesuaian dengan rencana makro pembangunan perkebunan Provins dari Gubernur untuk IUP yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota.
  6. Izin lokasi dari Bupati/Walikota yang dilengkapi dengan peta calon lokasi dengan skala 1 : 100.000 atau 1 : 50.000;
  7. Pertimbangan teknis ketersediaan lahan dari instansi Kehutanan (apabila areal berasal dari kawasan hutan).
  8. Jaminan pasokan bahan baku yang diketahui oleh Bupati/Walikota.
  9. Rencana kerja pembangunan kebun dan unit pengolahan hasil perkebunan.
  10. Hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), atau Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup UPL) sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  11. Pernyataan perusahaan belum menguasai lahan melebihi batas luas maksimum.
  12. Pernyataan kesanggupan memiliki sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
  13. Pernyataan kesanggupan memiliki sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan pembukaan lahan tanpa pembakaran serta pengendalian kebakaran.
  14. Pernyataan kesediaan dan rencana kerja pembangunan kebun untuk masyarakat.
  15. Pernyataan kesediaan dan rencana kerja kemitraan.
Bupati/walikota atau Gubernur harus memberikan jawaban permohonan diatas dalam jangka waktu 30 hari kerja. Jawaban tersebut dapat berupa menunda, menolak atau menerima permohonan. Apabila dalam jangka waktu 30 hari kerja itu Bupati/Walikota atau Gubernur belum memberikan jawaban, maka permohonan dianggap telah lengkap dan dianggap diterima. Terhadap permohonan yang diterima atau dianggap lengkap itu kemudian diterbitkan IUP, IUP-B atau IUP-P.
Permohonan dapat ditunda apabila setelah dilakukan pemeriksaan dokumen ternyata masih ada kurang syarat. Penundaan itu diberitahukan secara tertulis kepada pemohon disertai dengan alasannya. Apabila dalam jangka waktu paling lama 30 hari kerja sejak menerima pemberitahuan penundaan pemohon belum juga melengkapi persyaratan yang kurang, maka permohonan dianggap ditarik kembali. Permohonan akan ditolak jika setelah dilakukan pemeriksaan dokumen ternyata persyaratannya tidak benar, atau usaha yang akan dilakukan bertentangan dengan ketertiban umum atau perencanaan makro pembangunan perkebunan. Penolakan itu diberitahukan secara tertulis kepada pemohon dengan disertai alasannya. (http://legalakses.com).

Read More

INILAH MUSUH PERKEBUNAN PISANG

MACAM-MACAM PENYAKIT PISANG






Tanaman pisang mempunyai potensi yang sangat besar sebagai penopang ekonomi keluarga tani, alternatif makanan pokok dan tanaman pioner. Akhir-akhir ini tanaman pisang di pulau Lombok dihadapkan pada ancaman yang sangat serius dari beberapa penyakit sistemik yang mematikan, antara lain penyakit layu fusarium, penyakit darah, dan penyakit kerdil pisang. Mengenal penyebab dan gejala serangannya sangat penting agar petani dapat melakukan pengendalian secara tepat dan benar. Penyakit yang sering menyerang tanaman pisang adalah: LayuFusarium, layu bakteri dan kerdil (Bunchy Top).


===========================================================






A. PENYAKIT LAYU FUSARIUM

Gejala penyakit layu fusarium ditemukan pada pisang Susu (Rajasere). Tanaman yang terserang menjadi layu dan mati. Seluruh tanaman dalam satu rumpun mati, termasuk anakan yang ada.

Infeksi penyakit layu fusarium terjadi bila patogen melakukan penetrasi pada akar tanaman pisang. Jamur kemudian menyerang xylem sehingga menyebabkan penutupan pembuluh. Gejala internal diawali dengan penguningan jaringan pembuluh di akar dan bonggol yang selanjutnya berubah warna menjadi merah atau coklat pada pembuluh vaskular pada pseudostem dan kadang-kadang pada tangkai tandan. Pada saat tanaman mati, jamur akan tumbuh menyebar dari xylem ke jaringan sekitarnya, membentuk klamidospore (spora istirahat) yang mampu bertahan dalam perakaran tanaman inang alternatif sampai 30 tahun. Kerusakan terutama terjadi pada kelompok pisang Cavendish (Ambon Hijau), Rajasere (pisang Susu), dan Ambon Kuning.

Penyakit ini sering disebut penyakit Panama, disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Penularan penyakit ini melalui bibit, tanah air, pupuk kandang atau alat-alat pertanian. Gejala awal adalah menguningnya daun tua yang diikuti diskolorisasi pembuluh pada pelepah daun terluar. Perubahan warna semakin hebat terjadi pada stadium lanjut dan bila pseudostem terinfeksi dipotong akan terlihat jaringan sakit lebih keras dibanding jaringan sehat. Gejala lain adalah
perubahan bentuk dan ukuran ruas daun yang baru muncul lebih pendek serta perubahan warna pada bonggol. Penularan terutama terjadi melalui luka pada akar.

Pencegahan penularan dapat dilakukan dengan:

1.Membongkar dan membakar tanaman yang terserang dan siram tanah bekas tanaman pisang tersebut dengan fungisida.

2.Lakukan penggenangan dan pergiliran tanaman.

3.Menanam varietas tahan terhadap penyakit layuFusarium.

4.Jangan menanam bonggol, anakan atau bibit dan membawa tanah dari daerah yang sudah terinfeksi penyakit layuFusarium.

5.Gunakan bibit bebas penyakit (hasil kultur jaringan).

6.Alat-alat pertanian yang digunakan selalu disucihamakan dengan fungisida.

7.Pemanfaatan musuh alami seperti Trichoderma atau Glicocladium.


================================================================





B. PENY

AKIT LAYU BAKTERI / PENYAKIT DARAH


Penyakit darah ditemukan pada pisang Kepok. Tanaman yang terserang memperlihatkan gejala penguningan daun dan layu. Gejala luar juga diperlihatkan dengan terjadinya pengeringan pada bunga jantan. Pada serangan yang parah, batang semu mencoklat dan membusuk.

Kerusakan disebabkan oleh bakteri ‘blood disease bacterium’ (BDB), terutama terjadi pada pisang Kepok yang ditandai oleh pembusukan daging buah, sehingga daging buah busuk coklat kemerahan menyerupai darah.

Penularan penyakit dapat terjadi melalui bibit, tanah, air irigasi, alat-alat pertanian dan serangga. Bakteri ini dapat bertahan paling singkat 1 tahun dalam tanah tanpa kehilangan virulensinya. Perkembangan penyakit di lapang terutama dipengaruhi oleh adanya sumber inokulum, persen tanaman yang memasuki fase generatif dan populasi serangga penggerek bonggol dan batang. Selain faktor-faktor tersebut, penyebaran penyakit darah pada suatu wilayah juga sangat ditentukan oleh aktivitas petani dalam memelihara tanaman, serta aktivitas pedagang ketika melakukan panen buah dan bunga pisang. Penggunaan alat yang sama untuk pemeliharaan tanaman atau panen dari satu kebun ke kebun yang lain tanpa disadari merupakan satu cara penularan dan penyebaran penyakit yang sangat efektif dan cepat dari satu tempat ke tempat lain.

Penyakit layu ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas Solaracearum. Penularan penyakit melalui bibit, tanah, air irigasi, alat-alat pertanian atau serangga penular (vector).Gejalanya biasanya tampak setelah timbulnya tandan. Mula-mula daun muda mengalami perubahan warna dan pada ibu tulang daun terlihat garis coklat kekuningan kearah tepi daun hingga buah menjelang masak. Daun kemudian
menguning/coklat, dan layu. Gejala spesifik adalah terdapatnya lendir bakteri yang berbau, berwarna putih abu-abu sampai coklat kemerahan keluar dari potongan buah atau bonggol, tangkai buah, tangkai tandan dan batang.

Pengendalian atau pencegahanyang dianjurkan adalah:

1.Melarang perpindahan bibit/tanaman beserta tanahnya dari daerah endemik.

2.Penanaman bibit pisang sehat/bebas penyakit.

3.Pembungkusan buah beberapa saat setelah jantung keluar.

4.Sterilkan alat-alat yang dipakai dengan menggunakan formalin 30%.

5.Perbaikan drainase kebun.

6.Fumigasi tanah bekas tanaman yang terserang dengan Methyl Bromide (secara injeksi).

7.Pemusnahan tanaman sakit dengan menggunakan 5 – 20 ml larutan herbisida glyphosate 5% atau 2,4-D 2,25%.

8.Melakukan rotasi tanaman misalnya dengan menggunakan family graminae sepertisorgum, padi, jagung, rumput gajah dan lain sebagainya untuk memotong siklus patogen di dalam tanah selama sekitar satu tahun.


=========================================================


C. BERCAK DAUN SIGATOKA

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Mycosphaerella musicola Mulder. Gejalanya mula-mula timbul bintik-bintik kuning pada tepi daun, kemudian bintik melebar menjadi noda kuning tua kemerahan sampai kehitaman, sehingga seluruh helaian daun menjadi kuning, daun menjadi lebih cepat kering dan buah matang sebelum waktunya. Pengendalian penyakit ini dianjurkan dengan pemupukan berimbang, sesuai anjuran setempat dan sanitasi sumber infeksi dengan memotong dan membakar daun-daun mati/sakit.


==========================================================


D. PENYAKIT KERDIL PISANG / BUNCHY TOP VIRUS


Penyakit kerdil pisang disebabkan oleh ‘Banana Bunchy Top Virus’ (BBTV). Gejala awal ditandai oleh adanya gejala hijau gelap bergaris pada tangkai dan tulang daun menyerupai sandi morse. Pada lembaran daun di dekat ibu tulang daun terdapat bercak/garis bengkok hijau gelap. Ketika tanaman semakin tua, pertumbuhan daun menjadi terhambat, berukuran kecil, kaku dan mengarah ke atas, tanaman menjadi kerdil.

Penyakit ini disebabkan oleh virus. Penularannya melalui vektor Pentalonia negronervosaCoq. Gejalanya adalah daun muda tampak lebih tegak, pendek, lebih sempit dan tangkainya lebih pendek dari yang normal, daun menguning sepanjang tepi lalu mengering, daun menjadi rapuh dan mudah patah, Tanaman terlambat pertumbuhannya dan daun-daun membentuk roset pada ujung batang palsunya. Pengendalian dilakukan dengan menanam bibit yang sehat dan sanitasi kebun dengan membersihkan tanaman inang seperti abaca (Musa textiles),Heliconia spp danCanna spp, pembongkaran rumpun sakit, lalu dipotong kecil-kecil agar tidak ada tunas yang hidup. Cara lain adalah dengan menggunakan insektisida sistemik untuk mengendalikan vektor terutama di pesemaian.






REFERENSI

http://ntb.litbang.deptan.go.id/ind/index.php/artikel/271-pengendalian-hama-pisang
Read More

10 VARIAN BUNGA KAMBOJA BALI


Plumeria Merah Putih
Kategori : Bunga Kamboja (Stek / Cutting)
Jenis Bunga : Merah Putih

Plumeria Kimo Hawaii I
Kategori : Bunga Kamboja (Stek / Cutting)
Jenis Bunga : Kimo Hawaii I

Plumeria Merah Kecap
Kategori : Bunga Kamboja (Stek / Cutting)
Jenis Bunga : Merah Kecap

Plumeria Kimo Lampung
Kategori : Bunga Kamboja (Stek / Cutting)
Jenis Bunga : Kimo Lampung

Plumeria Kimo Hawaii 2
Kategori : Bunga Kamboja (Stek / Cutting)
Jenis Bunga : Kimo Hawaii 2

  



Plumeria Pink Lady
Kategori : Bunga Kamboja (Stek / Cutting)
Jenis Bunga : Pink Lady

Plumeria Silka
Kategori : Bunga Kamboja (Stek / Cutting)
Jenis Bunga : Silka

Plumeria Kuning Cendana
Kategori : Bunga Kamboja (Stek / Cutting)
Jenis Bunga : Kuning Cendana

Plumeria Pink Rose
Kategori : Bunga Kamboja (Stek / Cutting)
Jenis Bunga : Pink Rose
gambar
Plumeria Sidomala
Kategori : Bunga Kamboja (Stek / Cutting)
Jenis Bunga : Sidomala

Read More

SAATNYA BERALIH KE PERTANIAN ORGANIK

Pertumbuhan

Di tahun 2001, diperkirakan nilai pasar produk organik bersertifikat di seluruh dunia adalah US$ 20 miliar. Di tahun 2002, nilainya menjadi US$ 23 miliar dan pada tahun 2007 US$ 46 miliar. Di tahun 2012, nilainya telah mencapai US$ 63 miliar.
Eropa dan Amerika Utara mengalami peningkatan tertinggi dalam hal luas lahan.Antara tahun 2005 hingga 2008, Uni Eropa mengalami perluasan sebesar 21%. Hal ini disebabkan pemberian subsidi pertanian di Uni Eropa yang beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik karena besarnya manfaat bagi lingkungan. Namun Amerika Serikat masih mensubsidi pertanian konvensional, terutama gula dan jagung.Hal inilah yang menjadi pembeda antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Secara persentase luas lahan pertanian total pada kedua wilayah tersebut, 4.6% di Uni Eropa adalah lahan pertanian organik sedangkan di Amerika Serikat hanya 0.6% dari total luas lahan pertaniannya.

Produktivitas

Berbagai studi mengenai produktivitas pertanian organik beragam.
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1990 dengan data dari 26 jenis hasil tanaman pertanian dan dua hasil peternakan pada ratusan lahan usaha tani menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan berarti secara statistik antara pertanian organik dan pertanian konvensional. Perbedaan berarti hanya ada pada produksi susu dan kacang-kacangan di mana pertanian organik lebih banyak menghasilkan dibandingkan pertanian konvensional.
Sebuah survei di Amerika Serikat yang dipublikasikan pada tahun 2001 menganalisis 150 musim tanam serealia dan kacang kedelai dan mendapati bahwa pertanian organik menghasilkan antara 5% lebih sedikit hingga setara dibandingkan pertanian konvensional.
Sebuah studi yang berlangsung selama dua dekade dan dipublikasikan pada tahun 2002 mendapatkan bahwa pertanian organik menghasilkan 20% lebih sedikit dibandingkan pertanian konvensional dengan menggunakan pupuk 50% lebih sedikit, pestisida 97% lebih sedikit, dan input energi 34-53% lebih sedikit. Meski lebih sedikit menghasilkan, namun dengan input bahan kimia pertanian dan bahan bakar yang lebih sedikit, petani bisa mendapatkan menghasilkan keuntungan lebih banyak.
Sebuah studi pada tahun 2003 menemukan bahwa di musim kering, pertanian organik menghasilkan lebih banyak dibandingkan pertanian konvensional.Pertanian organik juga mampu bertahan melawan gangguan cuaca seperti badai dan topan, lebih baik dibandingkan pertanian konvensional. Lapisan tanah atas pada pertanian organik tidak menghilang sebanyak pertanian konvensional ketika diterpa angin kencang.
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2005 membandingkan pertanian konvensional, pertanian organik berbasis hewan, dan pertanian organik berbasis legum pada Institut Rodale selama 22 tahun. Studi ini mendapati bahwa untuk penanaman jagung dan kedelai cenderung menghasilkan dalam jumlah yang setara di antara ketiganya, namun pertanian organik berbasis legum dan berbasis hewan membutuhkan energi fosil yang lebih sedikit secara signifikan. Dan pada pertanian organik, pestisida dan pupuk sintetik tidak digunakan sama sekali.
Pada studi yang dilakukan pada tahun 2007 menggabungkan 293 penelitian yang telah dilakukan untuk menilai efisiensi secara keseluruhan antara kedua sistem pertanian dan menemukan bahwa metode organk dapat memproduksi bahan pangan yang mencukupi bagi populasi dunia untuk mendukung kelangsungan hidup manusia dengan kebutuhan lahan yang lebih sedikit. Para peneliti juga menemukan bahwa di negara maju meski pertanian organik menghasilkan 8% lebih sedikit dibandingkan pertanian konvensional, namun di negara miskin pertanian organik menghasilkan 80% lebih banyak dibandingkan pertanian konvensional. hal ini dikarenakan di negara miskin bahan-bahan organik untuk input usaha pertanian lebih mudah didapatkan dibandingkan akses menuju pestisida dan pupuk sintetik.Namun studi ini ditantang kebenarannya dengan studi lain pada tahun 2008 yang menyatakan bahwa estimasi berlebihan pada pertanian organik dikarenakan misinterpretasi data dan kesalahan hitung.
Sebuah studi ditahun 1999 oleh Badang Perlindungan Lingkungan Denmark menemukan bahwa, pertanian organik menghasilkan kentang, bit gula, dan rumput lebih sedikit, hingga 50%-nya saja, dibandingkan pertanian konvensional. Michael Pollan, pengarang dari The Omnivore's Dilemma, merespon publikasi ini dengan menyatakan bahwa hasil pertanian dunia rata-rata lebih rendah dibandingkan hasil pertanian berkelanjutan modern. Dengan menjadikan mayoritas usaha pertanian dunia berhaluan organik dapat meningkatkan hasil pangan dunia hingga 50% lebih banyak.

Keuntungan

Pengurangan penggunaan pestisida dan pupuk sintetik disertai dengan harga premium bagi bahan pangan organik berkontribusi pada keuntungan petani yang lebih tinggi. Secara umum pertanian organik lebih menguntungkan dibandingkan pertanian konvensional. Tanpa harga premium, pertanian organik mendapatkan hasil yang beragam, ada yang untung dan ada yang rugi. Organic production was more profitable in Wisconsin, given price premiums. Bagi pasar tradisional dan pasar modern, bahan pangan organik juga lebih menguntungkan dan umumnya dijual pada keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan bahan pangan non-organik.
Meskipun pembeli membandingkan harga dan membeli secara sadar, bahan pangan organik tidak selalu lebih mahal dibandingkan bahan pangan non-organik. Seperti contoh pada tahun 2000, sebuah usaha restoran mengganti 85% bahan baku yang digunakannya ke organik tanpa meningkatkan harga bagi pembelinya. Pemilik restoran juga menyatakan bahwa sejak tahun 2000, harga bahan pangan organik telah turun dan saat ini tidak lagi menjadi masalah untuk mendapatkan bahan pangan organik dengan harga yang bersaing.

Tenaga kerja

Sebuah surver yang dilakukan di Irlandia dan Britania Raya menemukan bahwa pertanian organik mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja dibandingkan pertanian konvensional. Perbedaan ini terlihat jelas pada ukuran lahan usaha tani yang lebih besar. Para peneliti menyimpulkan bahwa akan ada lapangan pekerjaan di bidang pertanian 19% lebih banyak di Inggris, dan 6% lebih banyak di Irlandia, jika 20% usaha pertanian di kedua negara menjadi usaha pertanian organik.

Eksternalitas

Eksternalitas adalah biaya atau keuntungan yang harus ditanggung atau diterima oleh suatu pihak yang tidak menyebabkan terbentuknya biaya atau keuntungan tersebut. Dalam pertanian secara umum, eksternalitas yang terjadi pada masyarakat biasanya dikarenakan penggunaan sumber daya seperti air, hilangnya keanekaragaman hayati, terjadinya erosi, berpindahnya pajak masyarakat ke pertanian melalui subsidi pertanian, dan sebagainya. Eksternalitas positif misalnya terbentuknya kemandirian, terciptanya kewirausahaan dan lapangan kerja, dan mensupai bahan pangan lokal. Tidak terkecuali pada pertanian organik, ada eksternalitas secara positif dan negatifnya.
Di Inggris pada tahun 2000, biaya eksternalitas negatif yang tidak terbayarkan mencapai 2343 juta pundsterling atau 208 poundsterling per hektar lahan pertanian. Di Amerika Serikat, biaya eksternalitas negatif pada budi daya tanaman diperkirakan mencapai US$5 hingga 16 miliar atau US$30-96 per hektar, dan pada peternakan mencapau US$714 juta.
Pertanian organik memiliki biaya eksternalitas negatif yang lebih rendah dibandingkan pertanian konvensional. Beberapa survey menemukan bahwa pertanian organik lebih sedikit merusak lingkungan karena tingkat kehilangan keanekaragaman hayati lebih rendha dibandingkan pertanian konvensional, dan pertanian organik menggunakan lebih sedikit energi dan menghasilkan lebih sedikit limbah per unit luas lahan usaha tani. Di tahun 2003, Department for Environment Food and Rural Affairs di Inggris menemukan hasil yang serupa bahwa pertanian organik memiliki lebih banyak manfaat bagi lingkungan, namun manfaat itu dikatakan cenderung tidak berarti karena hasil pertaniannya yang lebih sedikit per luas lahan.
Sebuah studi perbandingan yang dilakukan antara peternakan susu di Wisconsin dan Selandia Baru menemukan bahwa, dengan menggunakan jumlah emisi per kg susu yang dihasilkan, peternakan susu di Selandia Baru menghasilkan lebih banyak emisi gas metana dan di Wisconsin lebih banyak menghasilkan emisi gas karbon dioksida. Keduanya merupakan gas rumah kaca. Hal ini dikarenakan di Selandia Baru, sapi lebih banyak diberikan rumput dan hijauan, sedangkan di Wisconsin lebih banyak berupa konsentrat. Selulosa diubah menjadi asetat (CH3COO-) di dalam perut sapi dan dapat berubah menjadi gas metana. Pada pakan konsentrat, kandungan selulosa lebih rendah sehingga ion propanoat (CH3CH2COO-) lebih banyak dihasilkan dibandingkan asetat, sehingga emisi metana berkurang.

Pestisida

Tidak seperti pertanian konvensional, pertanian organik menghindari penggunaan pestisida sintetik.Beberapa jenis pestisida sintetik merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Anak kecil memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa jika terpapar secara langsung.
Ada lima jenis pestisida alami (berupa hasil tambang murni atau identik alami) yang digunakan dalam pertanian organik, yaitu toksin bakteri, piretrin, rotenon, tembaga, dan sulfur. Namun petani organik pengguna pestisida jenis tersebut sangatlah sedikit; sebagian besar tidak menggunakan pestisida sama sekali. Hanya 10 persen petani organik yang menggunakan pestisida berbahan dasar tumbuhan, 12 persen menggunakan sulfur, dan 7 persen menggunakan pestisida berbahan dasar tembaga.
Aliran air permukaan merupakan salah satu risiko lingkungan penggunaan pestisida yang sangat membahayakan. USDA melacak dampak lingkungan dari kontaminasi perairan dan menyimpulkan bahwa meski kebijakan penggunaan pestisida di tingkat negara telah mengurangi risiko lingkungan, namun masih terdapat wilayah di mana airnya tidak dapat diminum atau organisme yang hidup di dalamnya tidak boleh dimakan.Sebagian besar risiko kesehatan tersebut tidak terlacak dengan baik dan harus ditanggung oleh penderita. Pada pertanian organik, risiko ini hampir tidak ada karena pestisida sintetik tidak digunakan, sehingga ikut berkontribusi menjaga kesehatan masyarakat di sekitar lahan usaha tani.

Kualitas dan keamanan pangan

Keberadaan bukti ilmiah terkait perbedaan keamanan dan kualitas nutrisi antara bahan pangan organik dan bahan pangan konvensional tidak mencukupi dan cenderung memberikan hasil yang bervariasi
Sebuah studi pada tahun 2009 mengenai efek bagi kesehatan yang dilakukan oleh Badan Standar Pangan Inggris menganalisis sebelas artikel dan menyimpulkan bahwa data yang diberikan sangat bervariasi dan tidak ditemukan perbedaan signifikan antara bahan pangan organik dan bahan pangan konvensional, juga terhadap kualitas nutrisinya.
Studi yang dilakukan secara individu mempertimbangkan beragam dampak yang mungkin didapatkan, seperti residu pestisida pada bahan pangan. Risiko kesehatan dari residu pestisida tidak bisa dipandang sebelah mata, namun keberadaan dan kadar residu pestisida pada kedua jenis bahan pangan masih diperdebatkan. Hanya satu dampak kesehatan yang diyakini baik pada bahan pangan organik adalah kadar nitrat yang lebih rendah yang disebabkan penggunaan pupuk berbasis nitrat yang tidak dilakukan pada pertanian organik. Beberapa masih mempertanyakan peran nitrat di dalam tubuh manusia. Dampak keberadaan residu pestisida organik berbasis tanaman dan patogen bakteri juga tidak memiliki data yang mencukupi
Namun harga bahan pangan organik yang cenderung lebih tinggi dibandingkan bahan pangan konvensional dapat menghalangi konsumsi bahan pangan organik.
Read More

Menata Halaman Rumah Agar Tampil Cantik

Taman depan rumah yang dikerjakan team Sinox nursery di perum Candi Kalasan Manyaran Semarang

http://ruangrumahkita.blogspot.com/Kali ini Sinox nursery akan berbagi bagaimana caranya mempercantik halaman rumah idaman anda baik itu rumah minimalis atau rumah mewah, halaman rumah adalah yang tidak bisa diabaikan begitu saja karena halaman rumah akan terlihat pertama kali jika orang akan memasuki rumah idaman anda. Tulisan di bawah ini bersumber dari beberapa blogger yang ahli dalam bidang desainer rumah.

Salah satu bagian eksterior rumah yang dapat dirancang dengan indah adalah bagian halaman rumah. Halaman yang memesona tentunya akan
membuat Anda dan keluarga Anda betah untuk menikmati suasana halaman yang indah. Apabila rumah Anda mempunyai lahan halaman yang luas dan memadai, Anda bisa mendesain halaman yang lebih menarik. Anda bisa mendesain halaman dengan tanaman rumput. Ya, rumput memiliki banyak fungsi bila dirancang rapi dan teratur. Tidak hanya dari segi estetika, rumput di halaman juga bermanfaat dari segi lingkungan dan kesehatan. Kegunaan dari tanaman ini bisa melindungi tanah dari pengikisan air dan juga mampu menyejukkan sekitar rumah. Anda bisa memilih jenis tanaman rumput dengan ciri yang gampang diatur, tumbuh dengan ketinggian rendah, cepat tumbuh subur dan lainnya. Halaman rumah yang ditumbuhi tanaman rumput akan semakin indah bila dikombinasikan dengan aneka bunga dan kolam ikan / taman dengan pancuran air. Anda bisa mengunjungi artikel berikut untuk melihat aneka kolam sebagai penghias halaman taman rumah Anda:

Berikut ini kami tampilkan beberapa tips menata area halaman rumah agar tampil lebih menarik:

  1. Sebaiknya jangan menaruh deretan tanaman terlalu dekat. Hal ini akan membuat taman di halaman rumah Anda semakin terkesan sempit dan kecil. Anda bisa membuat lengkungan yang lebar dan luas.
  2. Ada baiknya menanam tanaman seperti satu garis lurus, karena desain garis lurus dan rapi menciptakan taman yang tertata dengan apik.
  3. Jika Anda membeli aneka tanaman atau bunga untuk halaman rumah Anda, jangan memilih satu jenis saja. Anda bisa menempatkan berbagai jenis tanaman per kelompok dengan susunan yang rapi. Desain ini akan menciptakan pemandangan yang lebih cantik dan menarik.
  4. Pada halaman belakang, Anda bisa menempatkan satu set furniture lengkap dengan sofa, kursi dan meja. Anda bisa menggunakan area ini untuk bersantai atau tempat berkumpul anggota keluarga. Model furniture untuk area halaman disesuaikan dengan panataan taman rumah. Misalnya, Furniture bergaya klasik cocok dengan taman dengan banyak tanaman bunga atau konsep desain rumah bergaya klasik. Anda juga bisa memilih furniture berbahan kayu, jika Anda ingin menginginkan suasana alami.

Berikut Sinox nersery sertakan beberapa contoh gambar halaman dengan taman cantiknya, semoga menjadi aspirasi anda untuk membuat taman di rumah idaman anda....

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/
Read More

24 Desain Taman Mungil Rumah Minimalis

  Desain Taman Mungil Dalam Rumah Minimalis

Kali ini sinox nursery akan berbagi tentang taman mungil dalam rumah pada lahan yang sempit, bagaimana kita bisa memanfaatkan ruang sempit disulap menjadi taman yang indah, keberadaan taman di rumah tinggal seperti tanaman, air dan elemen alam lainnya sangat diperlukan untuk menciptakan kenyamanan dan keindahan di area rumah. Menata taman dalam rumah tidak hanya sebatas meletakkan tanaman-tanaman namun juga membutuhkan seni dan kreatifitas. Jika Anda kesulitan dalam mendesain taman di rumah Anda, pergunakanlah jasa desainer landscape
professional yang bisa mendekorasi taman yang indah nan asri. Namun bagi Anda yang tidak memiliki budget untuk mendesain taman, Anda bisa berkreasi sendiri untuk menciptakan taman impian.

Sebelum anda membangun taman di tempat tinggal adnad, anda harus menentukan konsep taman yang akan Anda rancang. Apakah taman jepang, taman air, atau taman gantung. Untuk lebih memudahkan Anda dalam mendesain sebuah taman, Anda bisa mencari inspirasi gambar taman-taman yang cantik dari majalah, buku maupun dari SINOX NURSERY. Setelah itu, Anda harus memperhatikan komposisi taman. Rancanglah focal point taman yang akan dibuat, contohnya dengan meletakan patung dari batu alam, kolam ikan, lampu taman atau air mancur. Hal ini penting agar anda mendapatkan komposisi material yang tepat untuk menciptakan sebuah taman yang indah.

Jika ruang dalam rumah tinggal Anda luas, Anda bisa membuat taman dalam rumah yang ditempatkan di ruang koridor antara ruang keluarga menuju ruang belakang rumah. Anda juga bisa menempatkan taman di tengah-tengah ruang keluarga. Anda bisa memanfatkan dinding sebagai sandaran tanaman-tanaman rambat yang diletakan dalam pot bunga. Namun bila ruang di rumah Anda sempit, Anda bisa membuat taman di sudut-sudut ruangan yang tak mengganggu pergerakan penghuni rumah. Taman bisa dibuat di koridor menuju kamar mandi atau ruang dapur Anda. Gunakanlah desain pot-pot bunga yang unik, keren dan cantik untuk menciptakan miniatur kebun yang indah untuk dilihat.

Berikut ini sinox nursery hadirkan beberapa inspirasi foto taman rumah tinggal yang ada dalam rumah. Semoga Anda dapat terinspirasi dari gambar-gambar berikut ini

taman bromelia

minimalis modern

desain taman depan rumah

desain taman belakang rumah
.

http://ruangrumahkita.blogspot.com/
ruang terbuka hijau

http://ruangrumahkita.blogspot.com/
sedikit tapi mempercantik suasana

http://ruangrumahkita.blogspot.com/
minimalis modern

http://ruangrumahkita.blogspot.com/
taman kering

http://ruangrumahkita.blogspot.com/
daun hijau

http://ruangrumahkita.blogspot.com/
gaya japang

http://ruangrumahkita.blogspot.com/
kolam koi

http://ruangrumahkita.blogspot.com/
Taman gaya romawi

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/

http://ruangrumahkita.blogspot.com/ 
kumpulan dari berbagai sumber
Read More

whatshap

Diberdayakan oleh Blogger.

Categories

Update Harga Tanaman Terbaru 2026

SINOX NURSERY Jl. Villa Siberi, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah Telp: 0852 9237 7579 | WA: 085 848 976 777 Email:...

Cari Blog Ini

Chat WA Sinox Nursery

CHANEL YOUTUBE SINOX NURSERY

GOOLE MAP ALAMAT KAMI

Alamat:
Jl. Villa Siberi KM.1 Gunungpati, Semarang.
WA Admin1: 085292377579 atau Admin2: 0858 4897 6777
Konsultasi Taman: 0838 6006 122 atau 089 654 271 270
Email: sinoxnursery2@gmail.com

SINOX NURSERY

“Bersama tanaman, kami bantu ciptakan hunian yang indah, segar, dan nyaman.”

Rental tanaman, toko tanaman hias , toko tanaman terdekat, tukang taman, jasa taman, sewa tanaman, rumput gajah mini, tanaman pucuk merah, tanaman kacangan, toko tanaman buah, taman pabrik, taman pom bensin

Kode Iklan Atas



© Copyright SINOX NURSERY