Kamis, 12 Mei 2011

Greeen Building

Konsep Greeen Building antara Impian dan Kenyataan

Posted in Green house on Januari 28, 2010 by xdesignmw
Pemanasan global saat ini menjadi isu penting dunia. Untuk mengantisipasinya, telah dikembangkan konsep ramah lingkungan dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang konstruksi dan bangunan melalui konsep green building. kepedulian terhadap isu pemanasan global (global warming) perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, baik dalam skala kecil yaitu tindakan sehari-hari maupun dalam skala besar, seperti membangun gedung berkonsep hijau yang ramah lingkungan.
Banyak orang memiliki pemahaman berbeda-beda tentang arsitektur hijau. Ada yang beranggapan besaran volume bangunan (koefisien dasar bangunan/KDB) harus lebih kecil dari koefisien dasar hijau (KDH) pada total luas lahan. Perbandingan KDB (50-70 persen) dan KDH (30-50 persen) yang seimbang diharapkan mampu mewujudkan hunian ideal dan sehat secara konsisten.
Keterbatasan lahan mendorong optimalisasi setiap jengkal lahan dan fungsi setiap ruang. Tidak ada ruang yang terbuang atau mati. Ketersediaan lahan hijau dikembangkan optimal di halaman depan, samping, belakang, serta teras balkon depan, dan tengah/samping. Taman merupakan bagian dari penghijauan rumah yang bertujuan memperbaiki kualitas lingkungan kota, mendinginkan udara sekitar rumah, mendapatkan pemandangan alam, dan ruang bermain. Tidak sekadar hijau.
Riuhnya pengembang berkomitmen tinggi pada lingkungan terutama tampak pada negara-negara yang secara ekonomi lebih maju. Di Amerika Serikat, sejumlah kota bahkan sudah memberi imbuhan wajib bagi pengembang untuk mengkonstruksikan bangunannya berdasarkan pendekatan ramah lingkungan. Datanglah ke beberapa kota, di antaranya di Washington, Chicago, dan Boston, kemudian lihatlah bagaimana gedung-gedung peraih langit bersahabat dengan lingkungan. Di sejumlah teras bangunan tampak menyembul tanaman aneka jenis. Lalu di lantai tertentu dibuat lantai dengan konstruksi lebih kokoh agar di situ dapat dijadikan areal tanaman dengan pohon lima meter. Datanglah pula ke beberapa kota lain seperti Wellington, Melbourne, Tokyo, Yokohama, Kyoto, Kopenhagen, Wina, Singapura dan sebagainya.
Menariknya, ramah lingkungan tidak lagi diidentikkan dengan menanam sebanyak mungkin pohon dan rumput termasuk di atap dan teras-teras gedung. Tidak pula selalu dicirikan dengan membuat sumur resapan, dan kolam penampung air hujan.
Ramah lingkungan ditunjukkan dengan mereduksi penggunaan listrik hingga 40 persen. Caranya menggunakan bohlam yang lebih mahal tetapi tahan lama dan wattnya amat kecil. Atau mesin pendingin AC yang akan menurunkan kerakusan AC menyedot energi.
Upaya menjadikan green building di Indonesia sudah banyak terdengar. Bahkan banyak gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah yang mengklaim sebagai green building. Tapi tahukah Anda, standar apa yang digunakan untuk menunjukkan suatu gedung patut dikategorikan ramah lingkungan?
Sampai saat ini belum ada standart yang jelas mengenai apa yang disebut dengan Green Building. Bagaimanapun juga harus ada standart yang jelas yang bisa dipakai dan dijadikan ukuran pada setiap proses pembangunan yang ada di Indonesia, karena tanpa itu akan banyak muncul klaim mengenai Green Building yang belum tentu sesuai dengan apa yang diharapkan.
Konsep green building ini jika diterapkan dengan baik tentunya tidak akan lagi kasus bahwa penghematan energi yang mengharuskan para pekerja perbankan cuti di hari Sabtu dan Minggu serta keharusan sektor industri yang merubah jam kerja menjadi hari libur. Konsep ini telah menghadirkan sebuah solusi yang cukup jitu bagi program penghematan energi.

Label: , , ,

Selasa, 27 Juli 2010


TIPS PERAWATAN TAMAN

Perawatan Sederhana Untuk Taman Rumah Tinggal Anda

oleh: Guntoro dwi agus nugroho S.Pd.


Memiliki taman tidak cukup dengan menanaminya saja. Secara berkala perlu dilakukan perawatan, agar penampilan tetap terjaga.

Banyak orang ingin memiliki taman yang senantiasa asri tanpa repot merawat. Hal ini tentu mustahil diwujudkan. justru biaya perawatan lebih besar dari pada pembuatan taman. Memiliki taman yang rimbun dan cantik, tidak cukup dengan memilih dan menanaminya saja. Perlu dilakukan perawatan yang baik, agar taman selalu bersih dan rapi. Meskipun rimbun dan hijau, kalau berantakan, taman tak sedap dipandang juga.

Untuk merawat taman sebetulnya tak sulit dan menyita waktu. Peratawan bisa dilakukan seminggu sekali. Itu pun tak terlalu makan tenaga, terlebih jika taman tak luas. Kegiatan perawatan paling ringan, adalah cukup menyiram tanaman sesuai kebutuhan. Seminggu sekali, coba siangi rumput dan rapikan tanaman yang ada.

Pemangkasan rumput

Hamparan rumput hijau mampu membuat taman tampak asri. Tidak demikian halnya jika, hamparan rumput tadi sudah meninggi dan dipenuhi rumput liar. Untuk menghindarinya, lakukan pemangkasan secara teratur, paling tidak dua minggu sekali. Jangan terlalu pendek memangkasnya, sisakan kurang lebih satu per tiga bagian. Segera cabut rumput liar, jika terlihat mulai tumbuh. Pasalnya, rumput liar sangat mengganggu pertumbuhan rumput. sekarang ada jenis rumput taman yang minim perawatan dan pemangkasan yaitu rumput gajah mini

Merapikan tanaman

Banyak cara membuat tanaman tetap tampil rapi. Khusus untuk tanaman menyemak (perdu), perlu dilakukan pemangkasan secara berkala, untuk mempertahankan bentuknya. Untuk tanaman bunga lain lagi, lakukan pemangkasan segera setelah selesai berbunga. Berhati--hatilah, jangan sampai bakal bunganya terpangkas. fahami ide desaigner taman anda dan bagaimana baiknya untuk merapikan taman anda

Penyiraman

Proses penyiraman pun tidak bisa sembarangan. Setiap tanaman memang membutuhkan kelembapan, tapi bukan berarti kita harus melakukan penyiraman setiap hari. Indonesia adalah negara tropis dengan curah hujan cukup tinggi, kondisi ini memungkinkan kita melakukan penyiraman lebih jarang. Siram tanaman hanya ketika dibutuhkan. Cara mengetahuinya adalah dengan memperhatikan media tanamnya, jika mulai mengering, artinya sudah waktunya dilakukan penyiraman.

Perlu diperhatikan juga sifat tanaman. Ada jenis-jenis tanaman tertentu membutuhkan sedikit air, seperti pada kaktus misalnya. Sebaliknya, ada pula tanaman yang membutuhkan banyak air, agar dapat tumbuh subur. Lakukan penyiraman sesuai dengan sifat tersebut. Terlalu banyak air sama berbahayanya dengan kekurangan air, bisa menyebabkan layu dan mati.


Label: , , ,