.

Rabu, 25 Januari 2012

KALENDER PETANI (pranoto mongso ) LENGKAP


PRANOTO MONGSO
No
Bulan
Mongso
Umur
Keadaan Alam
Hama Yang Berkembang
Pekerjaan Petani
1
22 Jun - 1 Ags
Kasa
41 hari
Kemarau, Angin dari Timur Laut
Kepinding tanah,
Kepik Hijau, Belalang
Mengolah Tanah (Palawija)
2
2 Ags - 24 Ags
Karo
23 hari
Kemarau, Angin dari Utara
Kepinding tanah,
Kepik Hijau, Belalang
Menyiapkan Padi Gogo
3
25 Ags - 17 Sep
Ketiga
24 hari
Kemarau, Angin dari Timur Laut
Kutu, Ulat
Tanam Padi Gogo
4
18 Sep - 12 Okt
Kapat
25 hari
Hujan mulai turun,
Angin Barat Laut
Walang Sangir,
Kepik HIjau, Tikus
Tanam Padi Umur Pendek
5
13 Okt - 8 Nov
Kalima
27 hari
Musim Penghujan,
Angin Barat Laut
Tikus, Shonte, Puthul
Tanam Padi Umur Pendek
6
9 Nov - 21 Des
Kanem
43 hari
Musim Penghujan,
Angin Barat Laut
Tikus, Ulat Jati,
Ulat Besi, Burung
Tanam benih yang Diponjo
7
22 Des - 2 Feb
Kapitu
43 hari
Banyak hujan,
Angin Kencang
Trips, Walang Sangit,
Penggerek Batang
Memperbaiki alat bertani
8
3 Feb – 28/29 Feb
Kawolu
26 hari
Jarang Hujan,
Angin Barat Daya
Uret, Trips
Penggerek Batang,
Mengolah tanah sawah
9
1 Mar - 25 Mar
Kasongo
25 hari
Jarang Hujan,
Angin dari Selatan
Belalang, Walang Sangit
Musim tanam Padi
10
26 Mar - 18 Apr
Kasadasa
24 hari
Mareng, Angin dari Timur Laut
Belalang, Penyakit Daun, Penggerek Batang
Merawat Tanaman Padi
11
19 Apr - 11 Mei
Desta
23 hari
Mareng, Angin dari Timur Laut
Belalang, Kutu, Wereng
Tanam Kacang-kacangan
12
12 Mei - 21 Jun
Sadha
41 hari
Kemarau, Angin dari Timur Laut
Ulat, Kutu, Kepik,
Penyakit
Sawah Bero

Pratono Mongso, arti harfiahnya: pengaturan musim, suatu budaya yg mulai dilupakan oleh kita. Dengan Pranoto Mongso manusia dapat mempunyai pedoman yg jelas untuk bertani, berdagang, menjalankan pemerintahan dll.

Mangsa kasa (1): 22 juni - 1 agustus (41 hari)
Masa terang yg biasanya kering: sinar matahari 76%, kelembaban udara 60,1%, curah hujan 67.2 mm, suhu udara 27,4°C. Pada masa ini manusia merasa ada sesuatu yg hilang dalam alam, walau cuacanya sedang terang.
Para petani membakar batang padi yg masih tersisa di sawah, pada masa ini petani mulai menanam palawija, ubi dll, daun mulai rontok, belalang bertelur.

Mangsa karo (2): 1 agustus - 24 agustus (23 hari)
Hawa menjadi panas: kondisi meteorologisnya sama dengan mangsa kasa, kecuali curah hujan menjadi 32.2 mm. Pada masa ini manusia mulai resah, karena suasana kering dan panas, bumi seperti merekah, memasuki alam paceklik.
Palawija mulai tumbuh, pohon randu dan mangga mulai bersemi. Sawah dan palawija harus berair dapat dari irigasi. Tanah banyak yg retak.

Mangsa katelu (3): 25 agustus - 17 september (24 hari)
Kondisi meteorologisnya sama dengan mangsa sebelumnya, hanya curah hujan naik lagi jadi 42.2 mm. Sumur-sumur mulai kering dan angin yg berdebu. Manusia cuma bisa pasrah. Tanah tidak dapat ditanami sebab panas dan tidak ada air. Saat mulai panen palawija, ubi dll.

Mangsa kapat (4): 18 september - 12 oktober (25 hari)
Kemarau mulai berakhir, harapan mulai cerah: sinar matahari 72%, kelebaban udara 75,5%, curah hujan 83.3 mm, suhu udara 26,7°C. Disini manusia masih harus menunda kegembiraannya.
Petani mulai menggarap tanahnya untuk menanam padi gaga. Pohon kapuk sedang berbuah, burung pipit dan burung manyar membuat sarang.

Mangsa kalima (5): 23 oktober - 8 november (27 hari)
Kondisi meteorologisnya sama dengan diatas, hanya curah hujan naik menjadi 151.1 mm.Mangsa ini ditandai dengan hujan pertama. Suka cita manusia atas turunnya air hujan seperti pancuran mas yg membasahi bumi.
Petani mulai membetulkan sawah dan membuat pengairan dipinggir sawah, mulai menyebar padi gaga, pohon asam berdaun muda, ulat-ulat mulai keluar.

Mangsa kanem (6): 9 november - 21 desember (43 hari)
Kondisi meteorologisnya sama dengan mangsa sebelumnya, hanya curah hujan meninggi jadi 402.2 mm. Alam menghijau, hati tenteram, tapi tidak menjadikan manusia serakah, justru menjadi penuh syukur.
Para petani mulai pekerjaannya di sawah, banyak buah-buahan, burung belibis mulai kelihatan di kolam. Musim orang membajak sawah.

Kemudian masuk kedalam mangsa rendheng, yg terdiri dari mangsa kapitu, kawolu, dankasanga.

Mangsa kapitu (7): 22 desember - 2 februari (43 hari)
Ketentraman manusia sejenak terganggu. Kondisi meteorologisnya: sinar matahari 67%, kelembaban udara 80%, curah hujan 501.4 mm dan suhu udara 26,2°C. Musim datangnya penyakit, alam ditandai dengan banjir. Alam yg terlihat kurang bersahabat sesungguhnya sedang menyimpan berkah panen yg demikian kaya. Kucing-kucing mulai kawin, itu adalah pratanda suka cita berada diambang mata.
Para petani mulai menanam padi. Sungai banjir, angin kencang.

Mangsa kawolu (8): 3 februari - 28 februari (26 hari)
Sesuatu sedang merebak dalam kehendak. Kondisi meteorologisnya sama dengan mangsasebelumnya, kecuali curah hujan turun menjadi 371.8 mm. Meski mendung dan kilat, hujan menyapu segala kekeringan. Dalam 4 tahun sekali umurnya menjadi 27 hari.
Tanaman padi sudah menjadi tinggi, sebagian mulai berbuah, mulai banyak binatang uret.

Mangsa kasanga (9): 1 maret - 25 maret (25 hari)
Kondisi meteorologisnya sama dengan mangsa sebelumnya, hanya curah hujan menurun lagi jadi 252.5 mm.
Musim padi berbuah, musim kucing kawin, jangkrik dan tonggeret mulai keluar di atas pohon.

Alam memasuki mangsa terakhir dalam setahun, yaitu mangsa mareng, yg dibagi dalammangsa kasapuluh, dhesta, dan saddha.

Mangsa kasapuluh (10): 26 maret - 18 april (24 hari)
Mangsa ini menyimpan antisipasi yg sedikit muram, karena akan menghadapi musim kemarau lagi, orang gampang lesu dan pusing-pusing. Kondisi meteorologisnya: sinar matahari 60%, kelembaban udara 74%, curah hujan 181.6 mm, suhu udara 27,8°C.
Padi mulai menguning, panen padi gaga, banyak binatang bunting, burung-burung membuat sarang.

- Mangsa dhesta (11): 19 april - 11 mei (23 hari)
Hujan mulai habis. Kondisi meteorologisnya sama dengan diatas, kecuali curah hujan menjadi 129.1 mm.
Para petani mulai panen raya, burung sedang mengeram.

- Mangsa saddha (12): 12 mei - 21 juni (41 hari)
Air lenyap dari tempatnya, kemarau mulai tiba. Kondisi meteorologisnya masih sama, hanya curah hujan naik lagi menjadi 149.2 mm.
Petani mulai menjemur padinya dan dimasukkan ke lumbung, disawah tinggal batang padi kering.

Begitulah kurang lebih sketsa watak-watak mangsa. Pernyataan meteorologis yg dicantumkan kiranya memberi kita pengetahuan, bahwa watak mangsa itu berkaitan dengan kondisi empiris-meteorologis yg nyata.